DI anjung malam,
di kau datang bertandang,
mengajak aku mengarca hiba,
bersenjatakan lidah bermadah
dan mewarnai misteri,,,,
kita sentuh tangisan,kita sesama,
pulang kita bermalam itu
digugur hujan
gelombang kita
pecah diantara karang,
tangisan ini menjadi semarak api menyala,
sebal nurani membeku dusta pada bening mata,
yang tinggal hanya dua
dan satu kerinduan.......................................................................................
.................................................azreel...............................................................rindu giler................6:20pm